Makalah Mata Kuliah
Elektronica Fundamental
Oleh:
Bima Irgantara Yudia
Teknik Elektro/Teknik Informatika
Sekolah Tinggi Teknik Malang
BAB I
Pendahuluan
1. Latar Belakang
Sehubungan dengan mata kuliah elektronica fundamental jurusan
Teknik Elektro/Teknik Informatika sekolah tinggi teknik malang yang
mengharuskan mahasiswanya untuk menyusun laporan mata kuliah untuk pembahasan
Arus listrik, Tegangan dan Daya yang bertujuan untuk lebih memahami mata kuliah
khususnya electronica fundamental.
Sehubungan dengan itu maka penulis berkeinginan menjelaskan secara
lebih terperinci tentang Arus listrik daya dan juga tegangan yang di rangkum
dalam makalah ini
2. Tujuan Penulisan
Tujuan
penulisan makalah ini adalah
1. Mengetahui apa itu arus dan seluk
beluknya
2. Mengetahui apa itu Tegangan
3. Mengetahui apa itu daya
3. Rumusan Masalah
1. Apakah yang disebut arus
2. Apakah itu tegangan
3. Dan apakah itu daya
BAB II
Pembahasan
2.1 Arus
2.1.1 Pengertian
Arus listrik
adalah banyaknya muatan listrik yang disebabkan dari pergerakan elektron-elektron,
mengalir melalui suatu titik dalam sirkuit listrik tiap satuan waktu. Arus listrik dapat
diukur dalam satuan Coulomb/detik atau Ampere. Contoh arus listrik dalam kehidupan
sehari-hari berkisar dari yang sangat lemah dalam satuan mikro Ampere ,seperti
di dalam jaringan tubuh hingga arus yang sangat kuat 1-200 kiloAmpere (kA)
seperti yang terjadi pada petir. Dalam
kebanyakan sirkuit arus
searah
dapat diasumsikan resistansi terhadap arus
listrik adalah konstan sehingga besar arus yang mengalir dalam sirkuit
bergantung pada voltase dan resistansi sesuai dengan hukum Ohm.
Arus listrik merupakan satu dari tujuh satuan pokok dalam satuan internasional. Satuan internasional untuk arus
listrik adalah Ampere (A). Secara formal satuan Ampere
didefinisikan sebagai arus konstan yang, bila dipertahankan, akan menghasilkan gaya sebesar 2 x 10-7 Newton/meter di antara dua penghantar lurus sejajar, dengan luas penampang yang
dapat diabaikan, berjarak 1 meter satu sama lain dalam ruang hampa udara.
2.1.2 Arah Arus
Pada diagram
digambarkan panah arus searah dengan arah pergerakan partikel bermuatan positif
(muatan positif) atau disebut dengan istilah arus konvensional. Pembawa muatan
positif tersebut akan bergerak dari kutub positif baterai menuju ke
kutub negatif. Pada kenyataannya, pembawa muatan dalam sebuah penghantar
listrik adalah partikel-partikel elektron bermuatan
negatif yang didorong oleh medan listrik mengalir
berlawan arah dengan arus konvensional. Sayangnya, dengan alasan sejarah,
digunakan konvensi berikut ini:
Panah arus digambarkan searah dengan arah pergerakan seharusnya
dari pembawa muatan positif, walaupun pada kenyataannya pembawa muatan adalah
muatan negatif dan bergerak pada arah berlawanan.
Konvensi demikian
dapat digunakan pada sebagian besar keadaan karena dapat diasumsikan bahwa
pergerakan pembawa muatan positif memiliki efek yang sama dengan pergerakan
pembawa muatan negatif.
2.1.3 Rapat Arus
adalah aliran muatan pada suatu luas penampang tertentu di suatu
titik penghantar. Dalam SI, rapat arus memiliki satuan Ampere per meter
persegi (A/m2)
2.1.4 Kelajuan Hanyutan
Saat sebuah penghantar tidak dilalui arus
listrik, elektron-elektron di dalamnya bergerak secara acak tanpa perpindahan bersih ke arah mana pun juga. Sedangkan saat arus listrik mengalir
melalui penghantar, elektron tetap bergerak secara acak namun mereka cenderung
hanyut sepanjang penghantar dengan arah berlawanan dengan medan listrik yang menghasilkan aliran arus. Tingkat kelajuan hanyutan (bahasa
Inggris: drift speed) dalam penghantar lebih kecil dibandingkan
dengan kelajuan gerak-acak, yaitu antara 10-5 dan 10-4
m/s dibandingkan dengan sekitar 106 m/s pada sebuah penghantar tembaga
2.2 Tegangan
2.2.1 Pengertian
Tegangan listrik (kadang disebut sebagai
Voltase) adalah perbedaan potensial listrik antara dua titik dalam rangkaian listrik, dan
dinyatakan dalam satuan volt. Besaran ini mengukur energi potensial dari sebuah medan listrik yang mengakibatkan adanya aliran listrik dalam sebuah konduktor listrik. Tergantung pada perbedaan potensial listriknya, suatu
tegangan listrik dapat dikatakan sebagai ekstra rendah, rendah, tinggi atau
ekstra tinggi. Secara definisi tegangan listrik menyebabkan obyek bermuatan
listrik negatif tertarik dari tempat bertegangan rendah menuju tempat
bertegangan lebih tinggi. Sehingga arah arus listrik konvensional di dalam suatu konduktor mengalir dari tegangan
tinggi menuju tegangan rendah.
2.2.2 Analogi
Secara sederhana, sirkuit elektronik
dapat dianalogikan sebagai aliran air dalam pipa
yang didorong oleh pompa air. Perbedaan tekanan air dari satu titik dekat pompa
dan titik lain di ujung pipa dapat dianalogikan dengan potensial tegangan
listrik. Jika pompa mulai bekerja tekanan air dalam pipa pada titik di dekat
pompa menjadi lebih tinggi sehingga air dalam pipa mulai terdorong dari satu
titik (dekat pompa) menuju titik yang lain (ujung pipa). Pergerakan air ini
(yang disebabkan perbedaan tekanan) mampu melakukan usaha, misalnya memutar
turbin. Begitu pula dalam sirkuit elektronik, perbedaan potensial tegangan
(misalnya dihasilkan oleh baterai) mampu melakukan usaha pula, misalnya memutar
motor listrik. Jika dalam analogi, air pompa tidak bekerja, maka tidak ada
perbedaan tekanan dan air tidak mengalir. Begitu
pula untuk sirkuit elektronik, jika baterai, misalnya, habis, maka tidak ada
perbedaan potensial tegangan listrik dan motor listrik tidak akan berputar.
Analogi ini cukup berguna untuk memahami beberapa konsep
elektronik. Misalnya energi yang diperlukan untuk menggerakkan air dalam pipa
sama dengan tekanan dikali volume air yang bergerak. Hal ini senada dalam dunia
elektronik, energi yang diperlukan untuk menggerakkan elektron dalam konduktor
sama dengan besar tegangan dikali jumlah muatan yang bergerak. Tegangan listrik
sangat praktis digunakan untuk mengukur kemampuan suatu sumber energi listrik
untuk melakukan usaha. Semakin besar tegangan listrik antara dua titik, maka
semakin besar arus yang bisa mengalir.
2.2.3 Alat UkurAlat yang dipergunakan untuk mengukur besar tegangan listrik, antara lain: voltmeter, dan osiloskop. Voltmeter bekerja dengan cara mengukur arus dalam sirkuit ketika dilewatkan melalui resistor dengan nilai tertentu. Sesuai hukum Ohm, besar tegangan sebanding dengan besar arus untuk nilai resistansi sama. Prinsip kerja potensiometer adalah menimbang tegangan yang diukur dengan tegangan yang sudah diketahui besarnya dengan menggunakan sirkuit jembatan. Sedang osiloskop bekerja dengan cara menggunakan tegangan yang diukur untuk membelokkan elektron di layar monitor, sehingga di layar akan tercipta grafik dari elektron yang telah dibelokkan. Grafik ini sebanding dengan besar tegangan yang diukur.
2.3 Daya
2.3.1 Pengertian
Daya dalam fisika adalah laju energi yang dihantarkan atau kerja yang dilakukan per satuan waktu. Daya dilambangkan dengan S Daya listrik didefinisikan sebagai laju hantaran energi listrik dalam rangkaian listrik. Satuan SI daya listrik adalah watt yang menyatakan banyaknya tenaga listrik yang mengalir per satuan waktu (joule/detik).
Arus listrik yang mengalir dalam
rangkaian dengan hambatan
listrik menimbulkan kerja. Peranti
mengkonversi kerja ini ke dalam berbagai bentuk yang berguna, seperti panas (seperti pada
pemanas listrik), cahaya (seperti pada bola
lampu), energi
kinetik (motor listrik), dan suara (loudspeaker). Listrik dapat diperoleh
dari pembangkit
listrik atau penyimpan energi seperti baterai.
No comments:
Post a Comment